Jalan-jalan ke Jakarta di Monas

Hail!!! Welcome to my channel. Now I will ask you to enjoying… MONAS or National Monument Look that is really high. As I know that was 132 meters I am only 172 centimeter. Oh my God, What a pity But today I feel blessed because at this moment the weather in Monas is really really good although a little bit cloudy But as I see all of the visitors are really enjoyed their time with their families and friends here, same with me who always loved to spending time with you. Looks! Behind me that’s a really long line will be so crowded there. They are who want to entering Monas. Actually I want to go there and join. But maybe not now, because I think is really common for you to entering Monas in the morning and afternoon. So, I’ll ask you enjoying Jakarta from the top of Monas tonight. Always stay tune! Then now, behind me is the place that you’re also looking for, because you can find souvenirs and also foods here. On my right side there is a food shop, they provide you Jakarta (Betawinese) foods here After a long trip to look around at Monas, this is the best place to refresh you Well, this is what I need, yes coconut! Note for you who’ll come here.

Don’t forget to bring your umbrella because it’s really necessary even when it’s rainy or not. Then, if you likes this video don’t forget to give your thumbs up and subscribe this channel and share this video to your friends because that’s needed. And if there’s a place that I should visit just let me know by post it to the comment below. Thanks for watching .

As found on Youtube

Menyikapi perayaan tahun baru masehi bagi umat Islam

Buya Yahya seorang Ulama Aswaja (Ahlu Sunnah Wal Jamaah) berceramah tentang bagaimana menyikapi perayaan tahun masehi bagi umat Islam. Budaya merayakan tahun baru masehi dengan berhura-hura, meniup terompet, membuang-buang uang dengan menyalakan mercon, kembang api, bahkan ada yang mereka rayakan dengan bermaksiat, bermabuk-mabukan dll. merupakan budaya kafir yang tidak sepatutnya dilakukan oleh umat Islam, baik itu muslim dan muslimah.

Dan perayaan tahun baru masehi dengan budaya kafir tersebut hukum-nya adalah haram. Dan tidak sepatutnya kita umat Islam ikut berkumpul-kumpul bersama mereka baik itu di lapangan maupun dimana saja acara yang menampilkan kehura-huraan, tiup terompet, bakar kembang api, mercon, dll. karena hal tersebut dilarang Rasulullah s.a.w… dan apabila mati ketika dalam kumpulan tersebut maka akan mati dalam keadaan kafir. Ngeri bukan teman-teman?

Selalu saja banyak kumpulan-kumpulan banyak orang dan sebagian besar adalah umat Islam  dalam perayaan tahun baru masehi, dengan kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat, sehingga diperlukan kegiatan yang mengcounter hal tersebut di atas, sebagian masjid-masjid membuat kegiatan solawatan, dzikir bersama atau mendengar kajian-kajian dalam pengajian pada malam tahun baru, bukan untuk memperingati tahun baru, tetapi memanfaatkan momen orang berkumpul untuk mendapatkan manfaat dalam waktu berkumpul tersebut, dan inilah meng-Islamkan budaya yang patut dibudayakan.

Semoga umat Islam Indonesia bisa selalu berbudaya Islam dan meng-Islamkan budaya.

Sejarah perayaan Tahun Baru Masehi

Perayaan Tahun Baru Masehi suka sekali dirayakan oleh orang Indonesia, dan seluruh negara di seluruh Indonesia, tapi tahun 2017 ini sepi terasa hanya sedikit sekali mercon dan kebang api bertebaran di angkasa.

Sebagai seorang muslimah, Deffina ingin sekali tahu bagaimana sejarah tahun baru masehi itu sebenarnya, dan bagaimana seharusnya sikap kita sebagai seorang muslimah. Kita ambil dari acara Mozaik Islam tentang Kisah & Sejarah Tahun Baru Masehi.

Hampir di seluruh dunia malam pergantian tahun masehi dirayakan dengan pesta kembang api, bahkan di tahun 2015 tahun lalu kota Dubai sebagai kota termegah di Uni Emirat Arab merayakan pesta kembang api dengan biaya yang wah yaitu :  74.3 milyard rupiah yang berlangsung sekitar 6 menit saja. Demikian juga di negara-negara Barat. Pesta tahun baru sarat dengan menghambur-hamburkan uang untuk membeli petasan, terompet, dan pesta kembang api  dengan sedikit atau tanpa manfaat atau sia-sia.

Bagaimana Islam memandang perayaan Tahun Baru Masehi yang sering dilakukan selama ini oleh bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa di dunia?

Islam memandang menghambur-hamburkan uang di jalan yang tidak disukai ALLAH s.w.t tentu saja bertentangan dengan Al Qur’an, ALLAH s.w.t berfirman :” Sesuangguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya” (QS Al Israa’ 27)

Bagaimanakah sejarah lahirnya perayaan tahun baru masehi/syamsiah tersebut?

Tahun baru masehi dirayakan pertama kali pada tanggal 1 Januari 45 sebelum Masehi oleh Julius Caesar, terus dilanjutkan oleh orang-orang di dunia sampai sekarang.

Tahukah anda bahwa pada masa Rasullullah s.a.w perayaan tahun baru masehi tersebut telah dihapus oleh Rasullullah s.a.w, yaitu waktu itu ketika beliau datang ke Madinah mendapati orang-orang bersenang-senang merayakannya dengan nyanyian dan segala permainan. Diriwayatkan dalam hadist nabi, Nabi s.a.w berkata : Apa 2 hari itu (Tahun Baru Masehi = 1& 2 Januari) ? Mereka menjawab : ” Kami biasa bermain-main padanya di masa Jahiliyah.” Maka Rasulullah s.a.w bersabda :”Sesungguhnya ALLAH telah mengganti untuk kalian 2 hari itu dengan yang lebih baik dari keduanya yaitu Hari Raya Idul Adha dan Idul Fitri.” (Hadist Riwayat Abu Daud). Penanggalan Masehi yang dimulai dari kelahiran Nabi Isa a.s sudah dikenal di jaman Rosullullaah s.a.w. Kelahiran Rasulullah s.a.w pada tgl. 12 Rabu’ul awal tahun Gajah itu bertepatan pada tahun 571 Masehi yakni 5 abad setelah kelahiran Nabi Isa a.s. Di Islam dikenal penanggalan dengan Tahun Hijriah/Qomariyah.

Ada beberapa negara yang melarang perayaan Tahun Baru Masehi tersebut yaitu : Arab Saudi, Brunei Darusalam, Somalia, Republik Tajikistan.

Ingat baik-baik sabda Rasullullah s.a.w :

Barangsiapa meramaikan peringatan hari raya nairuz (Tahun Baru Masehi) dan karnaval mereka serta menyerupai mereka sampai meninggal dunia dalam keadaan demikian, ia akan dbangkitkan bersama mereka, orang-orang kafir di hari kiamat.

Orang kafir dibangkitkan jelas masuk neraka, jadi apa mau kita masuk neraka seperti mereka ?

 

Perayaan tahun baru 2017 kok nggak ramai ya?

Tahun baru 2017 ini diiringi dengan hujan lebat pada malam hari mulai jam +/- 21.00 malam, dan serasa tidak seramai tahun lalu. Rencananya Deffina, Ayah, Mama, dan kakak mau ke rumah Mbah untuk bakar-bakar jagung bersama pakdhe, dan semua saudara, tapi kok malam hujan deras jadinya malam terasa dingin dan mata ayah dan mama bawaannya ngantuk, sedang kakak Deffina ke rumah teman kuliahnya katanya mau ngrayain bersama teman-teman kuliahnya di rumah kost teman. Deffina sebenarnya pengin ke rumah Mbah selesai hujan reda, tapi ayah dan mama bawaanya males sekali. Sambil menanti hujan reda Deffina cari gambar-gambar tahun baru yang bagus ini nih koleksinya :

Hujan reda setelah jam 23.00 WIB, tetapi Mama malas ke rumah Mbah, sebab katanya portal kampung sudah ditutup mesti mutar lagi, dan Mama nelpon ke pakdhe supaya jagung bakarnya akan diambil besok pagi saja.

Waktu jam 0:00 WIB suara dar der dor kembang api tidak seramai tahun lalu, dan hanya sebentar. Mama juga malas memperingati Tahun Baru 2017 kali ini, katanya merayakan tahun baru masehi tidak ada dalam ajaran Islam dan itu katanya itu ajaran agama lain, dan sebagai umat Islam sebaiknya tidak usah ikut-ikutan merayakannya, begitu kata mama, katanya sih informasi ini didapat juga dari Ustadz dan juga dari facebook group tentang Islam. Sebenarnya bagaimana sih sejarah perayaan tahun baru masehi itu ?

Membuka dengan Bismillahirrahmanirrahim

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahiim blog ini dibuka. Dengan niat karena ALLAH, jadi mohon koreksinya berupa komen-komen apabila di kemudian hari ada yang nggak sesuai dengan niat tersebut.

Ayah Deffina selalu berpesan apabila masuk rumah sebaiknya mengucapkan Bismillahirrakhmanirrakhiim, sebelum mengucapkan salam Assalamu’alaikum. Bahkan disunnahkan mengucapkan ucapan tersebut sebelum melakukan semua perbuatan baik, seperti makan, minum, belajar, ngasih uang pengemis, berangkat sekolah, pulang ke rumah, masuk rumah, tidur dll., supaya memperoleh pahala, rahmat (kasih sayang) dan berkah dari ALLAH, agar semua perbuatan baik itu bernilai ibadah, sebab kata Ayah sebenarnya kita diciptakan ALLAH di dunia ini hanya untuk beribadah.

Jadi kalau melakukan perbuatan baik tetapi tidak mengucapkan Bismillahirakhmanirrakhiim, maka tidak berpahala, kan sayang kan. Pahala tersebut berguna nanti di akherat sebagai pemberat amal-amal baik kita melawan amal jelek kita yang akan ditimbang, apabila pahala amal baik banyak daripada dosa amal jelek, maka kita akan masuk surga.

Jadi buat mas, mbak, kakak, adik, om,  tante, pakdhe, budhe, kakek, nenek dan buat Deffina sendiri jangan lupa ya mengucapkan Bismillahirrakhmanirrakhiim dalam memulai suatu kegiatan supaya bernilai ibadah, dan memperoleh kasih sayang ALLAH dalam setiap kita melakukan kegiatan kita.